Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

PTS Yang Aktif Menurut Kopertis I Sumut-NAD

Khusus Daerah Sumatera Utara dan NAD Ke-232 PTS di Sumut dan NAD tersebut adalah Universitas Islam Sumatera Utara (Medan), Universitas HKBP Nommensen (Medan), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (Medan), Universitas Pembangunan Panca Budi (Medan), Universitas Simalungun (Pematang Siantar), Universitas Methodist Indonesia (Medan), Universitas Darma Agung (Medan), Universitas Medan Area (Medan), Universitas Katolik Santo Tomas (Medan), Universitas Amir Hamzah (Medan), Universitas Dharmawangsa (Medan), Universitas Karo (Kabanjahe), Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (Padang Sidimpuan), Universitas Graha Nusantara (Padang Sidimpuan), Universitas Asahan (Kisaran), Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli Utara (Siborongborong), Universitas Samudra Langsa (Langsa), Universitas Jabal Ghafur (Sigli), Universitas Iskandar Muda (Banda Aceh), Universitas Abulyatama (Banda Aceh), Universitas Muhammadiyah Aceh (Banda Aceh), Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (Medan), Universi...

Pengertian Instrumen Penelitian

Pengertian Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian disebut instrumen penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena-fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik fenomena disebut variabel. Jumlah instrumen penelitian tergantung pada jumlah variabel penelitian yang telah ditetapkan untuk diteliti. Misalnya akan meneliti “Pengaruh Kepemimpinan dan Iklim Kerja Sekolah terhadap Prestasi Belajar Anak”. Dalam hal ada 3 instrumen yang perlu dibuat yaitu: 1. Instrumen untuk mengukur kepemimpinan. 2. Instrumen untuk mengukur iklim kerja sekolah. 3. Instrumen untuk mengukur prestasi belajar siswa. Instrumen-instrumen penelitian dalam bidang sosial umumnya dan khususnya bidang pendekatan, khususnya yang sudah baku sulit ditemukan. Untuk itu maka peneliti harus mampu membuat instrumen sendiri termasuk menguji validitas dan reliabilitasnya. Titik tol...

Validitas & Reliabilitas Instrumen Penelitian

VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMEN PENELITIAN Ketepatan hasil pengujian dalam penelitian sangat tergantung dari instrumen penelitiannya, sedangkan analisis statistika yang digunakan tergantung dari skala pengukuran data yang digunakan. Instrumen penelitian harus memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Instrumen yang valid (sahih) berarti instrumen tersebut mampu mengukur mengenai apa yang akan diukur. Sedangkan instrumen yang memenuhi persyaratan reliabilitas (handal), artinya instrumen tersebut menghasilkan ukuran yang konsisten walaupun instrumen tersebut digunakan untuk mengukur berkali-kali. Pada variabel fisik (kuantitatif), misalnya : lebar daun, berat kering tanaman, kadar air, dan sebagainya, umumnya telah tersedia alat ukur di pasaran. Agar alat ukur tersebut valid, selayaknya dilakukan kalibrasi terhadap alat ukur standar sebelum digunakan untuk penelitian. Spesifikasi dan merk alat harus dinyatakan secara eksplisit. Sedangkan untuk variabel kualit...

Instrumen Penelitian

Instrumen Penelitian Sebagian besar langkah-langkah dalam suatu proses penelitian dilakukan dengan mengumpulkan informasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Mekanisme pengumpulan informasi penelitian dilakukan secara langsung dengan berbagai cara yang antara lain melakukan teknik wawacara , survey, pengamatan, maupun angket. Kegunaan instrument penelitian antara lain : 1. Sebagai alat pencatat informasi yang disampaikan oleh responden 2. Sebagai alat untuk mengorganisasi proses wawancara 3. Sebagai alat evaluasi performa pekerjaan staf peneliti Menentukan Instumen Penelitian Instrumen Penelitian adalah segala peralatan yang digunakan untuk memperoleh, mengelola, dan menginteprasikan informasi dari para responden yang dilakukan dengan pola pengukuran yang sama. Instrumen penelitian di rancang untuk satu tujuan dan tidak bias digunakan pada penelitian yang lain. Kekhasan setiap objek penelitian menyebabkan seorang peneliti harus merancang sendiri instrument...

Asal Muasal Marga Pasaribu

SARIBU RAJA III (PASARIBU:HABEAHAN, BONDAR, GORAT) ABSTRAK MARGA, itulah suatu identitas keluarga Batak. Orang Batak harus bermarga. “Marga” artinya jalan, hubungan dalam kelompok kekerabatan yang eksogen dan unilinier secara patrilinier. Bermula dari nama seseorang, kemudian keturunannya menjadikan nama itu nama identitas keluarga, di kenal dengan sebutan “marga”, dan setiap orang Batak, pria, dirajut dalam silsilah (tarombo) marga. Akan halnya PASARIBU sebagai marga, dalam silsilah Batak, ternyata tidak dijumpai seseorang yang bernama PASARIBU secara eksplisit. Akibatnya timbul kesulitan memastikan sejak kapan marga itu muncul dan siapa saja yang berhak menggunakan marga itu sebagai identitas keluarga patrilinier. Dan makalah ini merupakan hasil studi yang panjang, yang berusaha menemukan jawaban sekaligus mencoba meluruskan berbagai pendapat yang kurang memiliki informasi dan kajian kuat tentang hal itu. Studi ini menyimpulkan bahwa Sariburaja I adalah Pasaribu pada generasi ...

Batak

SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu : 1. GURU TATEA BULAN. 2. RAJA ISOMBAON. GURU TATEA BULAN Dari istrinya yang bernama SI BORU BASO BURNING, GURU TATEA BULAN memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu : - Putra : a. SI RAJA BIAK-BIAK, pergi ke daerah Aceh. b. TUAN SARIBURAJA. c. LIMBONG MULANA. d. SAGALA RAJA. e. MALAU RAJA. -Putri : a. SI BORU PAREME, kawin dengan TUAN SARIBURAJA. b. SI BORU ANTING SABUNGAN, kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA, putra RAJA ISOMBAON. c. SI BORU BIDING LAUT, juga kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA. d. SI BORU NAN TINJO, tidak kawin (banci). TATEA BULAN artinya "TERTAYANG BULAN" = "TERTATANG BULAN". RAJA ISOMBAON (RAJA ISUMBAON) RAJA ISOMBAON artinya RAJA YANG DISEMBAH. Isombaon kata dasarnya somba (sembah). Semua keturunan SI RAJA BATAK dapat dibagi atas 2 golongan besar : a. Golongan TATEA BULAN = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga GOLONGAN HULA-HULA = MARG...

Penulisan Sejarah Batak

Penulisan Sejarah Batak Banyak orang menyangka bahwa penulisan sejarah Batak baru dimulai pada abad ke-20. Hal ini dapat dimaklumi karena buku-buku yang beredar di tengah-tengah masyarakat ditulis oleh pakar-pakar sejarah yang terperangkap dalam misi dan pemahaman sekitar zaman Belanda dan peran-perannya dalam masyarakat Batak. Namun, bila kita cermati dengan sungguh-sungguh, penulisan sejarah Batak sebenarnya telah lama dilakukan setidaknya sejak berabad-abad yang lalu oleh para sultan dan cendikiawannya, jauh sebelum buku-buku versi Belanda mendominasi perpustakaan-perpustakaan nasional. Naskah-naskah sejarah Batak tersebut merupakan kunci utama dalam mengungkap apa yang disebut dengan misteri dan legenda-legenda dalam buku modern sekarang ini. ‘Misteri dan legenda’ tersebut muncul akibat dari persepsi sempit yang banyak dianut oleh para pakar modern yang malah dianggap sebagai buku pegangan. Gejala yang paling lucu dari penulisan sejarah tersebut adalah dengan menggan...