Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2011

Batak

SI RAJA BATAK mempunyai 2 orang putra, yaitu : 1. GURU TATEA BULAN. 2. RAJA ISOMBAON. GURU TATEA BULAN Dari istrinya yang bernama SI BORU BASO BURNING, GURU TATEA BULAN memperoleh 5 orang putra dan 4 orang putri, yaitu : - Putra : a. SI RAJA BIAK-BIAK, pergi ke daerah Aceh. b. TUAN SARIBURAJA. c. LIMBONG MULANA. d. SAGALA RAJA. e. MALAU RAJA. -Putri : a. SI BORU PAREME, kawin dengan TUAN SARIBURAJA. b. SI BORU ANTING SABUNGAN, kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA, putra RAJA ISOMBAON. c. SI BORU BIDING LAUT, juga kawin dengan TUAN SORIMANGARAJA. d. SI BORU NAN TINJO, tidak kawin (banci). TATEA BULAN artinya "TERTAYANG BULAN" = "TERTATANG BULAN". RAJA ISOMBAON (RAJA ISUMBAON) RAJA ISOMBAON artinya RAJA YANG DISEMBAH. Isombaon kata dasarnya somba (sembah). Semua keturunan SI RAJA BATAK dapat dibagi atas 2 golongan besar : a. Golongan TATEA BULAN = Golongan Bulan = Golongan (Pemberi) Perempuan. Disebut juga GOLONGAN HULA-HULA = MARG...

Penulisan Sejarah Batak

Penulisan Sejarah Batak Banyak orang menyangka bahwa penulisan sejarah Batak baru dimulai pada abad ke-20. Hal ini dapat dimaklumi karena buku-buku yang beredar di tengah-tengah masyarakat ditulis oleh pakar-pakar sejarah yang terperangkap dalam misi dan pemahaman sekitar zaman Belanda dan peran-perannya dalam masyarakat Batak. Namun, bila kita cermati dengan sungguh-sungguh, penulisan sejarah Batak sebenarnya telah lama dilakukan setidaknya sejak berabad-abad yang lalu oleh para sultan dan cendikiawannya, jauh sebelum buku-buku versi Belanda mendominasi perpustakaan-perpustakaan nasional. Naskah-naskah sejarah Batak tersebut merupakan kunci utama dalam mengungkap apa yang disebut dengan misteri dan legenda-legenda dalam buku modern sekarang ini. ‘Misteri dan legenda’ tersebut muncul akibat dari persepsi sempit yang banyak dianut oleh para pakar modern yang malah dianggap sebagai buku pegangan. Gejala yang paling lucu dari penulisan sejarah tersebut adalah dengan menggan...