BIOGRAFI: TONY SUPARNO MATONDANG
Foto: Tony disela-sela mengikuti Rapat Penjalinan Kerjasama dengan ATKP Medan
[Medan] Tony Suparno Matondang atau yang akrab disapa Tony, lahir di Tapanuli Tengah tepatnya disebuah Desa di Kecamatan Sosorgadong, Desa Barangbang yang berada di pinggiran Samudera Indonesia pada tanggal 24 Januari 1986. Masa kecil hingga usia remaja dihabiskan di kampung halamannya.
Tony memasuki masa sekolah dasar (SD) di umur 6 tahun pada tahun 1992 di Sekolah Dasar Negeri No. 155705 Barangbang 2 atau yang dulu dikenal dengan nama SD Inpres Barangbang Pasir hingga lulus pada tahun 1998. Memasuki usia SMP Tony harus bersekolah ke Sosorgadong, pusat kecamatan yang sekarang dikarenakan di desa Barangbang belum ada sekolah setingkat SMP. Masuk SMP ke SLTP Negeri 2 Barus yang sekarang berganti nama menjadi SMP Negeri 1 Sosorgadong pada tahun 1998 hingga tahun 2001. Jarak dari tempat tinggal ke sekolah SMP lumayan jauh yang harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 5,5 km setiap harinya. Keinginan yang kuat dengan elektronika membuatnya berniat ingin melanjut ke Sekolah Teknik pada jenjang SLTA. Hingga dengan persetujuan orang tua Tony akhirnya bersekolah di Medan, di sekolah STM Negeri 1 Medan yang terakhir juga berubah nama menjadi SMK Negeri 2 Medan jurusan Teknik Elektro. Di sekolah ini Tony begitu tekun dan rajin melaksanakan pendidikannya hingga pada tahun 2002 dia berhasil dan dinobatkan sebagai Siswa Terbaik SMK Negeri 2 Medan TP. 2002/2003 oleh Kepala Sekolah saat itu Drs. A.T. Situngkir dan bertepatan dengan perayaan 17 Agustus 2002.
Foto: Masa kecil Tony pada tahun 1993
Masa sekolah di SMK yang harus tinggal jauh dari orang tua harus dijalani selama 3 tahun penuh dalam suka dan duka, namun Tony masih menyempatkan diri pulang ke kampung halaman paling tidak dua kali dalam setahun. Selama bersekolah di SMKN 2 Medan Tony sempat berpindah-pindah tempat tinggal sampai 4 kali akibat berbagai hal, hingga terkahir tinggal di Jl. Sekip Ujung Medan, tepatnya di sebelah rel kereta api Medan-Binjai.
Lulus tahun 2004 dari SMKN 2 Medan, Tony berniat untuk melanjutkan studi ke jenjang perkuliahan dengan mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dengan Pilihan Teknik Elektro USU dan Pendidikan Teknik Elektro UNIMED. Namun nasib belum berpihak hingga dinyatakan tidak lulus untuk kedua pilihan tersebut. Selanjutnya Tony mengikuti Seleksi Masuk Politeknik Negeri Medan pada bulan selanjutnya, dan lagi-lagi keberuntungan belum berpihak dan hanya masuk di urutan ke-empat Cadangan Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan.
Foto: Suasana keindahan alam di depan rumah kelahirannya
Setelah dua kali gagal mengikuti seleksi perkuliahan akhirnya diputuskan untuk bekerja, di sebuah Grosir yang berada di Jl. Juanda Medan, dekat dengan Taman Makam Pahlawan Medan sampai Desember 2004. Setelah tidak bekerja lagi pada bulan Januari 2005 diputuskan untuk kembali ke kampung halaman untuk tinggal bersama orang tua, mengurus lahan sawit dan karet. Keinginan untuk kuliah tetap masih ada hingga pada Agustus 2005 mendaftar kuliah si sebuah perguruan tinggi swasta yang bernama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tapanuli Selatan (STKIP Tapsel). Namun akibat beberapa hal, pada bulan Januari 2006 Tony memutuskan untuk berhenti kuliah, tepatnya menjelang Ujian Semester ganjil.
Hingga pada tahun 2008 keinginan untuk kuliah itu kembali muncul, maka Tony mendaftar kembali di kampus yang sama pada tahun 2008 mengambil Jurusan Pendidikan Matematika dan lulus di pertengahan tahun 2013. Dua minggu setelah wisuda, Tony merantau lagi ke Medan untuk mencari pekerjaan sebagai guru, mengingat di kampung halamannya persaingan semakin ketat dikarenakan jumlah sekolah yang sedikit sementara jumlah sarjana pendidikan sudah banyak pada saat itu. Maka pada tanggal 22 Juli 2013 Tony mulai bekerja sebagai Guru Matematika di SMK Swasta Eka Prasetya Medan hingga hari ini. Bahkan karena ketekunan dan disiplin yang dipegang Tony diberi kepercayaan dengan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sejak 1 November 2013.
Di tempat kerjanya SMK Swasta Eka Prasetya Medan, Tony lebih dikenal dengan panggilan Pak Matondang, panggilan yang sesuai dengan marganya. Sejak kurun waktu 2013 hingga sekarang Tony tetap mendedikasikan dirinya untuk dunia pendidikan di SMK Swasta Eka Prasetya Medan. [doc]





Komentar
Posting Komentar